PeDLN

Home » Catatan Pinggir

Category Archives: Catatan Pinggir

Catatan Pinggir Pengajian: Mei 2015

Pengajian Bulanan PeDLN, 09-05-2015, Di Kediaman Mas Hasto/Mbak Maryati, Beeston, Nottingham

Membaca Ayat-Ayat Cinta Bersama Kang Abik di Nottingham

Pengajian bulan Mei 2015 kali ini menjadi pengajian sangat spesial bagi kelompok pengajian PeDLN, betapa tidak, pemateri kali ini adalah seorang Novelis Kondang, Ust. Habiburrahman Elshirazy, atau yang lebih akrab disapa dengan Kang Abik. Karyanya, Ayat-Ayat Cinta yang fenomenal itu tentu membuat hampir semua masyarakat Indonesia yang melek informasi mengenal beliau. Beruntung, Nottingham menjadi salah satu kota tujuan lawatan beliau selama kurang lebih dua minggu di Inggris. Disamping kota lain seperti Birmingham, Manchester, Durham, Edinburgh, Bristol, dan London.

pedln_mei_kangabik_ibu2

Ibu-ibu Pengajian PeDLN bersama Kang Abik

Lawatan beliau kali ini disponsori oleh yayasan Dompet Dluafa dari harian Republika yang berencana membuka cabang di Inggris. Sekaligus survey lapangan, berkaitan dengan penulisan Novel terbaru beliau Ayat-Ayat Cinta 2 (A2C2), yang merupakan kelanjutan novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta. Menurut Kang Abik, saat ini Novel A2C2 sudah ditulis sekitar 40% dan sudah dipublikasikan secara berseri di harian Republika. A2C2 ini mengambil latar cerita di UK, khususnya di Edinburgh. Dalam novel ini, Fahri, sang tokoh utama, diceritakan menjadi dosen di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Penasaran dengan A2C2? Jangan khawatir, cerita berseri ini bisa dibaca disini.

Hebatnya, Kang Abik ini bisa melukiskan tentang keindahan kota Edinburgh di A2C2 sebelum beliau datang langsung di kota Edinburgh. Hebatnya lagi, ternyata apa yang Kang Abik lukiskan di novel itu tidak meleset dengan kondisi sebenarnya setelah beliau datang melihat dengan mata kepala sendiri di Edinburgh.

pedln_mei_2015_kangabik_bapak2

Bapak-Bapak Pengajian Bersama Kang Abik

Untuk pengajian di Nottingham, Kang Abik menyampaikan satu ayat dari Alquran, QS Azzukhruf: 67, yang menurut kang abik, ayat inilah yang menginspirasi keluarnya ide menulis Novel legendaris Ayat-Ayat Cinta itu. Ayat itu berbunyi:

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ – Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa.

Kata Alkhila’  di ayat ini maksudnya adalah orang-orang yang sangat saling mencintai, bisa jadi antar sahabat, antar orang tua dan anak, atau antar suami dan istri. Rasanya tidak mudah dibayangkan, bagaimana seorang yang sangat saling mencintai di dunia, seorang ayah dan anaknya misalnya, di akhirat nanti banyak yang saling bermusuhan. Orang tua bermusuhan dengan anaknya, suami bermusuhan dengan istrinya. Kecuali orang-orang yang bertakwa.

Karenanya kang Abik mengajak agar setiap relasi saling mencintai itu berlandaskan takwa, takut, pada Allah SWT. Hendaknya, relasi itu untuk saling mengingatkan ketaatan kepada Allah SWT. Jangan sampai kasih sayang dan cinta kita kepada anak-anak kita, kepada pasangan kita melenakan dari perintah Allah SWT. Misalnya, karena rasa kasihan anak kita yang kelelahan, sehingga kita membiarkanya tidak sholat, dan sebagainya. Kang Abik juga menggambarkan bagaimana indahnya relasi saling mencintai itu jika semata-mata karena Allah SWT. Semoga kita saling mencintai semata-mata karena Allah SWT. Semoga kecintaan kita kepada sesama manusia tidak melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini, Kang Abik juga sharing bagaimana mendapatkan inspirasi ide-ide tulisan Novelnya. Beliau mengibaratkan, inspirasi-inspirasi itu seperti ikan-ikan di lautan. Kita jangan hanya sekedar menunggu datangnya, ikan besar yang datang mendekati kita. Tetapi kita harus yang aktif mengambil ikan-ikan di lautan ini. Dan jarang sekali inspirasi yang melahirkan karya besar itu datang tiba-tiba. Kebanyakan berawal dari inspirasi-inspirasi kecil.

**

Terima kasih banyak Kang Abik atas sharing ilmunya di Nottingham. Insya Allah ilmunya sangat bermanfaat dan barokah. Jazakallah khoiron ! Sampai jumpa lagi di lain kesempatan. Terima kasih juga kepada teman-teman PeDLN yang telah hadir, khususon shohibul bait, Mas Hasto dan Mbak Maryati sekeluarga. Jazakumullah Khoirol Jaza’

Catatan Pinggir Pengajian: Maret 2015

Pengajian Bulanan PeDLN, 23-Maret-2015, Tempat: Kediaman Pak Dani/Mbak Didin, Derby.

Mengenal Ekonomi Syariah Bersama Masyrakat Ekonomi Syariah Cabang UK

Di pergantian musim dari musim dingin ke musim semi ini, kelompok pengajian lokaliti PeDLN alhamdulilah masih dapat istikomah mengadakan pengajian rutin bulanan. Untuk pengajian bulan Maret ini, diadakan di kediaman Pak Dr Dani Harmanto/ Mbak Didin, di Derby. Pak Dani ini adalah salah satu dari banyak para diaspora Indonesia yang tinggal di Inggris.  Alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini, saat ini berstatus sebagai dosen di Jurusan Teknik Mesin, Universitas Derby, yang merupakan salah satu Jurusan Teknik Mesin terbaik di Inggris. Beliau juga menjabat sebagai ketua jurusan untuk program BEng (Hons) Mechanical and Manufacturing. Subhanallah, sebuah capaian yang luar biasa bukan?

pedln_derby_mes_bapak2

Bapak2 PeDLN bersama MES-UK

 

Jika biasanya pemateri pengajian berasal dari lokaliti, untuk pengajian kali ini kami mendapat kehormatan sebagai salah satu tujuan Road Show Masyarakat Ekonomi Syariah, UK (MES-UK), bersama ketua MES-UK, yaitu Mas Ilham Reza Ferdian. Dosen, Jurusan Manajemen, Universitas Indonesia ini, memperkenalkan Keuangan Ekonomi Syariah kepada masyarakat Indonesia yang sedang berada di Inggris. Ingin tahu seperti apa, keuangan syariah itu?

pedln_derby_mes_ibu2

Ibu-Ibu Pengajian Bersama MES UK

Pada prinsipnya, dibanding dengan sistem keuangan konvensional, ada tiga prinsip dasar yang membuat keuangan syariah berbeda. Jika sistem keuangan konvensional tujuan utamanya adalah profit, maka pada sistem keuangan syariah meskipun diperbolehkan mencari profit, tetapi ada pantangan yang harus dihindari. Yaitu: Riba (interest atau bunga), Gharar (Uncertainty, ketidakpastian), dan Zalim (unfair). Walaupun, dalam praktiknya, bisa jadi tak seideal teori nya. Untuk detail materi tentang keuangan ekonomi syariah ini, bisa diunduh disini.

pedln_derby_mes_materi

Prinsip Keuangan Syariah

Pesan dari pengajian kali ini adalah kita sebagai muslim diminta berperan aktif  dalam pengembangan keuangan syariah. Karena di Indonesia, sendiri, yang 90% penduduknya muslim, market share dari keungan syariah sendiri baru sekitar 5%. Partisipasi aktif bisa dilakukan dengan menggunakan produk-produk syariah seperti perbankan syariah, investasi dengan instrumen keuangan syariah seperti sukuk, saham syariah,  reksa dana syariah, tetapi juga harus tetap kritis terhadap produk-produk keuangan syariah sebagai kontrol agar sistem keuangan syariah tetap sesuai dengan rambu-rambu keuangan syariah itu sendiri.

pedln_march_derby_mes_foods

Makanan Indonesia

 

Catatan pinggir untuk pengajian kali ini adalah masakan khas Indonesia yang berlimpah ruah. Yang tentunya menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Terakhir, terima kasih kepada Masyarakat Eknomi Syariah UK atas sharing ilmunya, dan terima kasih sebesar-besarnya untuk hospitality keluarga Pak Dani dan Mbak Didin untuk pengajian kali ini. Jazakallah Khairan !

Catatan Pinggir Pengajian: Februari 2015

Pengajian PeDLN 28 Februari 2015. Prayer Room, Amenities Building, Jubilee Campus, University of Nottingham.

amenities_building

Amenities Building, Jubilee Campus, Univ. Nottingham

Pengajian bulanan untuk bulan Februari 2015 ini kembali bertempat di Prayer Room, Jubilee Campus, University Of Nottingham. Untuk kali pertama, tempat pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak dipisah. Masing-masing bertempat di prayer room khusus sister dan brother. Dan untuk kali pertama juga kali ini tida ada main course untuk konsumsi. Ini dikarenakan peraturan kampus yang mengharuskan makanan harus dari diorder dari provider yang memiliki sertifikat jika makan-makan di dalam kampus.

emak2_pedln

Pengajian Ibu-Ibu (Foto: Mbak Betty)

Untuk pengajian muslimah, materi disampaikan oleh Mbak Shanti. Kali ini mengangkat tema: TABARRUJ  atau sikap berlebih-lebihan dalam segala aspek kehidupan.

emak2_pedln2

Ibu-ibu Muslimah PeDLN (Foto: Mbak Betty)

Sementara untuk anak-anak seperti biasa diadakan TPA. Kali ini Mbak Ade Soetardjo sebagai ustadzah, membawakan materi tentang Riwayat dan Teladan Nabi ZAKARIYA dan Nabi YAHYA.

anak2_pedln

TPA anak-anak PeDLN (foto: Mbak Betty)

Sementara untuk bapak-bapak, materi disampaikan oleh Mas Alaudin. Kali ini, mas udin mengajak untuk memahami ayat-ayat kauniyah atau keberadaan alam semesta. Mas Udin, yang mahasiswa PhD bidang kimia ini, mengurai sifat-sifat unik dari Air atau H2O dengan penjelasan dari sudut pandang ilmu kimia.

mas_udin

Mas Alaudin Menyampaikan Materi

Setelah usai sholat Ashar,  pengajian dilanjutkan dengan diskusi lanjut mengenai fenomena air dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah keagamaan.

bapak2_pengajian

Bapak-Bapak PeDLN

Sampai jumpa di Pengajian Bulan berikutnya. (Reportase: CS/Betty)

Catatan Pinggir : Pengajian Januari 2015

Pengajian PeDLN 24 Januari 2015. Chaplaincy /Prayer Room, Amenities Building, Jubilee Campus, University of Nottingham.

muslimat_pedln

Muslimat PeDLN, Amenities Building, Jubilee Campus, Univ. Of Nottingham (Januari, 2015)

Berislam Secara ‘Kaffah’, Memahami Islam Secara Paripurna

Pengajian perdana di Tahun 2015 ini bertempat di ruang kapel, amenities building, Jubilee  Campus, Universitas Nottingham. Tempat ini akan menjadi tempat default untuk pelaksanaan pengajian bulanan rutin berikutnya. Menggantikan tempat sebelumnya di Prayer Room, Sutton Bonington Campus.

Pemateri pengajian kali ini adalah Mas Fifik (Mahasiswa PhD Geospatial engineering). Yang  mengajak kita semua merenungi kondisi umat Islam saat ini. Carut marutnya suasana politik di negara-negara timur tengah, gerakan Islam radikal seperti ISIS dan Boko Haram, serta kondisi sebagian sangat kecil yang mengatasnamakan Islam di dunia barat yang semakin memperkeruh Islamophobia seperti aksi teror di Sydney Australia dan Charlie Hebdo di Paris, Perancis belakangan ini.

Hal ini menyisakan tanda tanya pada diri kita sebagai seoang Muslim, Apa Sebenarnya yang tejadi? Ini karena orang di luar Islam atau karena kita orang Islam sendiri atau kedua-duanya?

Kita bisa saja berperasangka ini semua konspirasi orang-orang yang tidak senang Islam menjadi agama besar. Di tengah-tengah budaya barat yang meninggalkan agama mereka, Agama Islam tumbuh pesat di dunia barat sebagai agama yang perkembanganya paling pesat di dunia.

Tetapi, bukankah pelakunya umat Islam sendiri? Bukankah umat islam sendiri yang memperburuk citra Islam sendiri? Kita bisa saja masih ‘excuse’ argh itu kan orang Islam jadi-jadian. Bagaimanapun juga, tidak bijak rasanya mengait-ngaitkan terorisme dengan agama tertentu. Jelas, jika kita melihat fakta sejarah radikalisme dan terorisme bisa darimana saja.

Oleh karenanya, Mas Fifik mengajak kita untuk melihat pada diri kita seniri. Sebagai seorang muslim, sudahkah kita berislam secara kaffah, secara sempurna? Sudahkan kita memahami Islam kita secara paripurna? Bisa jadi kita sangat ahli dalam bidang ilmu keduniawian kita, tetapi sebaliknya sangat awam terhadap Islam. Karenanya kita harus terus mau belajar agar bisa berislam secara penuh, sebagaimana perintah Allah SWT:

“Wahai orang-orang beriman! Masuklah kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu
ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyatabagimu”. [QS. AlBaqarah: 208].

bapak2_pedln

Bapak2 PeDLN, Amenities Building, Jubilee Campus, Univ. Of Nottingham (Januari, 2015)

Ataukah kita hanya berislam sebatas kewajiban menjalankan ritual keberagamaan saja? Sebagai bahan renungan, penelitian Rehman Scheherazade, How Islamic are Islamic Countries? yang diterbitkan pada Global Economy Journal pada tahun 2010, menempatkan negara-negara Islam pada posisi bawah. Dari 208 negara yang diteliti, posisi tebaik diraih oleh Malaysia pada posisi 38, sementara Arab Saudi dan Indonesia pada posisi 131 dan 140. Tiga negara paling Islami menurut penelitian tersebut adalah: New Zealand, Luxembourg, dan Irlandia. Penelitian ini mengukur kesesuaian praktik di negara yang diteliti dengan prinsip-pinsip Islam dalam bidang economics, legal and governance, human and political rights, and international relations.

Tentu saja pada penelitian ini masih ada ruang kritik, tapi kalau kita refleksikan dengan kondisi negara kita, sebagai negara Islam terbesar di dunia, kita bisa melihat sendiri bagaimana korupsi, ketidakadilan dalam ekonomi, ketidakjujuran, fakir miskin yang masih terlantarkan nasibnya oleh negara, rasanya Penelitian tesebut sangat masuk akal. Apalagi kalau kita pernah hidup di negara-negara yang masuk peringkat 10 besar pada penelitian tersebut (Inggris salah satunya), kita bisa merasakan sendiri bagaimana pendidikan dan kesehatan dasar gratis buat semua orang, bahkan pengangguran pun digaji negara. Serta bagaimana kesantunan dan kejujuran mereka. Rasanya, hasil penelitian itu sangat masuk akal. Kecuali kalau yang dijadikan ukuran adalah berapa banyak orang yang sholat, puasa, dan haji, sepertinya Indonesia sangat berpeluang menempati posisi nomer wahid.

Karenanya, Mas Fifik mengajak kita semua untuk lebih instropeksi dan menempa diri kita sendiri. Mengimbangi keimanan dengan ilmu yang cukup, dengan terus menerus mau belajar. Kegagalan memahami jihad yang benar  misalnya, bisa berakibat fatal. Seperti kasus Charlie Hebdo, alih-alih mau membela Islam, yang ada justru mencoreng Islam. Tidak hanya menempa akal kita, sebagai pribadi muslim yang ideal kita juga perlu menempa jasad (dengan olah raga misalnya) dan hati kita. Mengutip Aa Gym, agar berhasil semuanya itu harus 3M: 1.Mulaidaridirisendiri, 2.Mulaidari yang terkecil, 3.Mulaidarisekarang.

farewell_masfifik

Sukses Selalu Mas, Mbak! (Pak Peni, Mas Fifik, dan Mbak Noorida)

Tidak ketinggalan, seperti biasa pada pengajian kali ini juga ada pengajian khusus muslimah dengan Ustadzah Shanti Fitriani, dan TPA untuk anak-anak bersama ustadzah Ade.

brithday_raras

Selamat Ulang Tahun Raras! Barakallah lak

Pengajian kali ini juga menjadi pengajian terakhir Buat Mas Fifik Sekeluarga yang akan segera kembali Indonesia ‘for good’. Dan salah satu jamaah, Raras (Mahasiswa PhD IT), sedang berulang tahun. Semoga Barokah buat semuanya ! Barokah buat kita semuanya. Allahumma Ammiin. Terima kasih untuk kehadiran semuanya yang membawa kehangatan kebersamaan buat semua. (Rep. Agni/Cak Shon)

Catatan Pinggir : Pengajian Desember 2014

Pengajian PeDLN: 20 Desember 2014. Rumah Mas Kamil/Mbak Irra,  Loughborough, UK.

muslimat_3

Peserta Pengajian (Foto: @Mbak Irra)

Pengajian kali ini bertempat di rumah Mas Kamil/Mbak Ira di Loughborough, yang berlokasi tidak jauh dari Universitas Loughborough. Bertindak sebagai pemateri adalah Bapak Taufik Widjanarko. Pada kesempatan kali ini, beliau mengajak kita untuk mengingat kembali sejarah, tentang bagaimana para wali songo menyebarkan Islam di tanah Jawa yang mayoritas beragama Hindu. Tentang bagaimana cara dakwah, kanjeng nabi Muhammad S.A.W. berdkawah di tengah kerasnya kaum kafir jahiliyah.

bapak2

The ‘Pengajian’ Men (Foto; @cakshon)

 

Hebatnya, ketika pepatah kuno mengatakan butuh bahkan ratusan tahun untuk merubah (peradaban) manusia. Kanjeng nabi cukup butuh waktu 23 tahun, dan pari wali songo hanya butuh waktu tak lebih dari 50 tahunan untuk merubahnya. Ternyata kunci kesuksesan dakwah para wali songo yang meniru kanjeng nabi adalah dakwah dengan mengedepankan akhlak yang baik, keteladanan yang baik, dengan cara-cara penyampaian dakwah yang luwes dan santun tanpa kekerasan.

Pada pengajian kali ini, ibu-ibu muslimat juga mengadakan kegiatan cerdas cermat muslimah. Dan tentunya tidak ketinggalan kegiatan TPA untuk anak-anak. Serta, lagi-lagi ada keluarga pengajian yang pamitan untuk pulang kembali ke tanah air. Kali ini, yang pamitan giliran Mas Adrian/Mbak Dini. Semoga ilmunya manfaat dan barokah ya Mas/Mbak ! Selamat kembali ke tanah air.

Terakhir, terima kasih khususon kepada Keluarga Mas Kamil/Mbak Irra atas tempat dan sambutanya yang begitu hangat dan makan-makanya yang luar biasa. Terima kasih juga buat Pak Hadi Susanto dan keluarga yang telah datang jauh-jauh dari kota Essex. Serta, terima kasih untuk kita semua yang telah hadir pada pengajian kali ini. Semoga dicatat sebagai amal kebaikan yang pahalanya lebih dari pahala sholat sunah 1000 rakaat. Ammiiin.

Credit Foto-foto: Mbak Bety, Mbak Irra, Cak Shon.

Catatan Pinggir : Pengajian November 2014

… kalau mau piknik saja kita butuh persiapan, apalagi untuk perjalanan menuju kampung akhirat? – Mas H. Hasto W.

ceramah_pak_peni

Pembukaan Pengajian Oleh Ketua PeDLN ,Pak Peni Indrayuda, (Foto: @cakshon)

Pengajian Bulanan November 2014 kali ini terlaksana pada hari Sabtu, 22 November, 2014, bertempat di mushola Prayer Room, Kampus Suton Bonington, Universitas Nottingham. Alhamdulilah, mushola terasa penuh saking banyaknya peserta yang hadir. Acara dimulai pukul 1.00 pm dengan sholat duhur berjamaah.

Usai sholat Dhuhur, sambil menunggu ibu-ibu muslimat mempersiapkan hidangan makan siang, Pak Peni Indrayuda, ketua majelis PeDLN yang baru membuka acara dengan memanjatkan rasa syukur berkali-kali (eit, syukur kok disuruh manjat ya?). Kemudian, dilanjutkan dengan sesi perkenalan beberapa anggota pengajian yang baru. Alhamdulilah, luar biasa, bulan ini kita kedatangan 9 anggota baru.

Tumpeng PeDLN

Nasi Tumpeng

Tumpeng PeDLN By Mbak Bety (Foto: @cakshon)

Seperti pengajian sebelum-sebelumnya, acara yang paling ditunggu-tunggu adalah acara makan siang. Bagi orang-orang Indonesia di perantauan, masakan cita rasa asli Indonesia adalah menu yang selalu dirindukan. Kok ndilalah, pada bulan ini kok tema masakan ibu-ibu muslimah adalah masakan Ndeso. Ada nasi tumpeng, bubur ketan ireng, kelepon, ketan krawu, sego tiwul, kerupuk dan konco-konco nya. Ada juga bakso, empek-empek dan gado-gado. Wes pokoenggarai ngiler ! 

klepon_sego_tiwul

Masakan Ndeso : Klepon, Sego Tiwul, Bakso, Gado-Gado, Bakso, Dkk. (Foto: @cakshon)

 

Ohiyo,  asbaabun nuzul tumpeng kali ini adalah sebagai rasa syukur atas dua hal. Yang pertama, karena selesainya masa pengabdian ketua pengajian sebelumnya (Pak Irwan T) yang dilanjutkan oleh ketua pengajian yang baru (Pak Peni Indrayuda). Yang kedua, karena waktu KIBAR Autumn Gathering tanggal 24-25 Oktober lalu, pengajian lokaliti kita berhasil menjuarai beberapa kompetisi antar kelompok pengajian se UK. Di antaranya adalah juara pertama lomba video dokumentasi kegiatanHuebat yo Rek !

sertijab_tumpeng_rs

Pak Peni Menyerahkan Potongan Tumpeng Pertama Kepada Pak Irwan (Foto : @cakshon)

Saking nikmatnya menu makan siang pada pengajian bulan ini, sebagian peserta ada yang berandai-andai. Andai saja acara makan-makan gratis ini diadakan tiap minggu, pasti dunia terasa lebih indah.

ayok_makan_rsz

Antri, Jangan Rebutan Ya ! (Foto @cakshon)

 

Tausyiah : Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Ketika perut sudah terasa kenyang, barulah acara tausiah dimulai. Kali ini, yang ketiban sampur untuk memberi tausiah adalah Mas H. Hasto W. Topiknya cukup berat sebenarnya, tapi kebanyakan dari kita sering kali lupa dan sering kali mengabaikanya, yaitu tentang Perjalanan menuju ke kampung Akhirat.

mas_hasto_ceramah_rsz

Mas Hasto dan Ceramahnya ( Foto: @cakshon)

 

Yah, hidup memang tak lebih dari sebuah perjalanan kawan! Berawal dari alam kandungan yang sempit kita keluar menuju alam raya yang  luas indah terbentang ini. Kemudian, tujuan perjalanan kita selanjutnya tak lebih dari tempat yang sangat sempit, sepi sendiri,  lagi gelap kembali kawan, yaitu alam barzah. Setampan Cristian Sugiono, atau secantik Dian Sastro Wardoyo pun rasanya, tak ada seorang pun yang mau menemani di alam barzah. Kecuali belatung-belatung yang siap memakan jasad kita.

Dari alam barzah, tujuan perjalanan selanjutnya adalah Padang Mahsyar. Dimana seluruh makhluk dikumpulkan jadi satu untuk dimintai pertanggungjawabanya ketika hidup di dunia. Sebelum pada akhirnya kita memasuki rumah persinggahan terakhir kita sesunggunya, yaitu Syurga atau Neraka.

Mas Hasto mengingatkan pada kita semua, bahwasanya tidak hanya perbuatan dan ucapan kita saja yang akan dimintai pertanggung jawaban, tetapi juga krenteg hati kita juga akan dimintai pertanggungjawabanya. Karenanya, dalam menapaki setiap langkah perjalanan hidup di dunia ini kita perlu kehati-hatian, menjaga sikap, kata, dan hati kita. Pun, kita harus mempersiapkan dengan baik, untuk bekal perjalanan kita selanjutnya yaitu Alam barzah, alam kubur. Lahwong, mau piknik beberapa sajam saja, kita butuh berhari-hari mempersiapkanya. Apalagi untuk mempersiapkan piknik ke kampung akhirat, yang abadan abadin , selawas-lawase, binti selama-lamanya.

Kawan, kesibukan kita di dunia sering kali melupakan kita akan kampung akhirat. Indah dan lezatnya pesona kenikmatan dunia, rumah besar yang magrong-magrong, mobil mewah yang super nyaman, makanan yang super lezat, tempat hiburan yang fantastis bin amazing, gadis cantik rupawan, pemuda gagah tampan, sering kali melenakan ingatan kita dimana tujuan perjalanan kita selanjutnya setelah kehidupan dunia ini. Ingatlah, kuburan sempit adalah rumah kita selanjutnya, Sepi adalah teman kita selanjutnya, Amal kebaikan adalah kekayaan kita sebenarnya.

Saya jadi teringat, lirik pujian yang sering disenandungkan dari TOA masjid di kampung saya menjelang jamaah sholat Maghrib.

Ojo siro banget-banget, yen mu bungah ono dunyo ! Malaikat juru pati, lirak-lirik marang siro ! (baca: kamu jangan terlalu merasa bahagia di dunia, karena malaikat maut selalu mengintai kita)

Kawan, cukuplah mengingat kematian menjadi nasihat terbaik untuk kita. Semoga kita selalu ingat untuk mempersiapkan baik-baik bekal perjalanan kita selanjutnya. Semoga Syurga adalah tempat pemberhentian terakhir buat kita semua, tanpa melalui neraka. Allahumma Ammiin.

 

Pengajian yang semula senyap, karena banyak yang tertidur, tiba-tiba menjadi hidup kembali ketika Mas Hasto menyinggung masalah kenaikan BBM (Tuhkan, kalau ngomongin akhirat pada tidur tapi kalau ngomongin dunia langsung bangun lagi) dan tentang pemimpin. Menurut mas Hasto, selama pemimpin kita Muslim dan tidak mengajak kita berbuat kedzaliman, kita sebagai rakyat wajib hukumnya, sami’na wa ato’na dengan pemimpin kita. Kita harus, patuh dan taat dengan apapun kebijakan pemimpin kita, tidak boleh membangkang. Karuan saja, topik ini menjadi arguable di antara para peserta pengajian. Dan itulah indahnya perbedaan pendapat dan pandangan.

Perpisahan For Good

Pada pengajian kali ini, selain kedatangan 9 anggota keluarga baru. Kita juga akan kehilangan anggota setia pengajian. Buat Mbak Menik dan ketiga putra-putrinya, pengajian kali ini tidak terasa adalah pengajian terakhir yang diikuti selama berada di Nottingham. Bulan depan, mbak Menik dan putra-putrinya akan pulang for good kembali ke tanah air di Lampung. Dalam waktu dekat, Pak Masdar, suami tercinta, akan segera menyelesaikan studi PhD nya pada bidang Teknik Sipil di Universitas Nottingham. Mbak Menik ini terkenal dengan masakan empek-empek dan sup kepala ikan nya yang super dahsyat kelezatanya. (Wah, bakalan ndak ada yang masak empek-empek lagi neh, beroo !)

mbak_bety_mbak_menik_rsz

Mbak Menik dan Mbak Bety: Perpisahan (Foto: @cakshon)

 

 

Terlihat jelas, gurat kesedihan pada wajah mbak Menik ketika harus berteletubis dengan rekan-rakan muslimah lainya. Saya yakin, keberadaan majelis PeDLN ini sudah seperti keluarga sendiri dan memberi warna sendiri selama beliau dan keluarga selama berada di Nottingham. Selamat kembali ke tanah air, semoga sukses dan barokah selalu hidupnya buat mbak Menik, Pak masdar, dan sekeluarga. Allahumma Ammiin. Semoga tetap bisa merajut silaturrahim kembali, dimana pun berada.

Sekian kawan, sampai jumpa di Pengajian Bulanan Berikutnya ! (Reporter: Ahmad Muklason )